Friday, January 25, 2019

Konfigurasi PPP dengan Autentikasi PAP pada Router di Packet Tracer


Konfigurasi PPP dengan Autentikasi PAP pada Router di Packet Tracer
Pengertian PPP atau Point to Point protocol adalah platform yang digunakan untuk menghubungkan komputer individu atau jaringan komputer ke  internet service provider. Sambungan dibuat antara dua titik, oleh sebab itu disebut Point-to-Point. PPP dianggap menjadi solusi terbaik untuk menghubungkan komputer ke jaringan internet.
Arsitektur dasar PP berlapis dan lapisan paling bawah adalah LCP atau Link Control Protocol. Link Control Protocol bertanggung jawab untuk membuat sambungan. Internet Packet control protocol atau IPCP mengirim dan menerima paket-paket melalui link yang didirikan oleh Link Control Protocol atau LCP.
  • PPP menyediakan dua metode otentikasi, yaitu: Password Authentication Protokol yang menggunakan password untuk mengotentikasi atau Challenge Handshake Authentication Protocol yang menggunakan handshake server dengan dial up sebagai otentikasi.
  • PPP memungkinkan berbagai jenis protokol berfungsi pada platform dan pada link yang sama.
  • PPP juga selain itu  memeriksa link yang dibentuk oleh protokol termasuk yang disebut dengan fasilitas link level echo yang memeriksa jika link beroperasi dengan benar.
Fungsi Point to Protokol yang utama adalah  memeriksa apakah kondisi line atau saluran telepon yang sedang beroperasi bekerja dengan baik. Point to Point Protocol juga memeriksa password dan setelah melalui semua pemeriksaan awal kemudian menetapkan koneksi dengan ISP dan melakukan permintaan alamat IP.


PAP ( Password Authentication Prtocol ) yaitu prosedur otentitkasi dengan 2 langkah , yaitu :
  • User yang akan mengakses sistem, akan mengirimkan otentifikasi identitas, biasanya berupa user dan password.
  • Sistem akan mengecek validitas identifikasi dan password dengan cara menerima atau menolak koneksi.

Topologi PPP - PAP


Hal yang harus pertama kali kita lakukan adalah setting IP terlebih dahulu. Setting IP address sesuai dengan topologi. Setelah IP sudah semua di masukkan, lakukan route static pada kedua router.

Jika sudah sekarang kita akan melakukan settingan PPP dengan autentikasi PAP pada topologi tersebut.

Pada R1 :

R1(config) # username R2 password cisco
R1(config) # int se0/1/0
R1(config-if) # encapsulation ppp
R1(config-if) # ppp authentication pap
R1(config-if) # ppp pap sent-username R1 password cisco


Pada R2 :

R1(config) # username R1 password cisco
R1(config) # int se0/1/0
R1(config-if) # encapsulation ppp
R1(config-if) # ppp authentication pap
R1(config-if) # ppp pap sent-username R2 password cisco

Pastikan settingan encapsulation nya berhasil dengan menggunakan perintah  show int se0/1/0

Encapsulation PPP


Perhatikan juga untuk mengecek pada PPP ini siapa yang sebagai DCE dan DTE dengan perintah show con se0/1/0

DCE 

Jika settingan pada router telah dilakukan PPP, tetapi PC ke PC masih tidak dapat melakukan ping, coba lakukan setting CLOCK RATE menjadi 125000.

1. DTE ( Data Terminal Equipment )

DTE adalah perangkat yang berfungsi untuk menerima sinyal dari pusat dan melanjutkannya ke user. DTE berhubungan dengan beberapa perangkat yang memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi. 
Contoh Perangkat DTE : PC, Laptop, Client PC, dll 


2. DCE ( Data Circuit Equipment )

DCE adalah perangkat yang berfungsi mengkonversi sinyal, coding dan dapat menjadi bagian dari perangkat DTE.
Contoh Perangkat DCE : Hub, Switch, Modem, dll 


3. CPE (Customer Premise Equipment )

CPE adalah perangkat yang terletak pada  lokasi pelanggan dan terhubung dengan saluran komunikasi.
Contoh Perangkat CPE : Jaringan Telepon 


EmoticonEmoticon