Saturday, November 17, 2018

Cara Konfigurasi Simple Queue pada Router Mikrotik

Cara Konfigurasi Simple Queue pada Router Mikrotik


Pada postingan kali ini saya akan memberikan ilmu yang baru saja saya dapatkan pada perkuliahan. Pada postingan kali ini kita akan membahas salah satu fitur Qos yang terkenal yaitu Simple Queue. Simple queue ini merupakan fitur pada QoS yang sangat sederhana dimana kita dapat mengatur limit bandwidth dengan mudah. Sebelum membahas tentang queueu, terlebih dahulu kita akan mencari tahu apa itu Qos ? dan bagaimana cara konfigurasinya di router. 


Simple Queue merupakan cara melakukan konfigurasi Qos pada router mikrotik dengan cara yang sederhana. Dalam simple queue kita tidak perlu lagi melakukan pengaturan lain-lain sehingga kita tinggal menetapkan langsung nilai yang ingin kita masukkan.

Pada kasus ini saya akan mencoba membuat sebuah topologi untuk simulasinya. Simulasi ini saya buat dengan menggunakan Packet Tracer.


Pada topologi diatas kita memiliki router yang terhubung ke internet, anggap saja server itu sebagai internet. Komputer kita mau mengakses internet tetapi kita akan melimit bandwidth yang didapatkan oleh end-user sehingga dia tidak menjadi maniac donwload.

Hal yang harus kita lakukan pertama kali adalah melakukkan konfigurasi awal untuk sebuah jaringan. konfigurasi atau pengaturan yang saya maksud adalah seperti pengaturan ip addres, NAT, DHCP server/client, Route list, DNS server dan lainnya. Namun jika anda belum familiar maka anda bisa lakukan konfigurasi tersebut dengan melihat cara ini.


Jika telah selesai melakukkan konfigurasi awal, maka selanjutnya kita coba akses ke internet apakah sudah terhubung atau belum. Lakukan perintah ping google.com atau browsing pada browser. Jika komputer telah terhubung ke internet. Maka coba lakukan donwload sebuah file, untuk melihat kecepatan bandwidth yang didapatkan. Saya coba praktikum saya kemarin mendapatkan bandwidth sebesar 12Mb/s untuk download nya. Pengalaman pertama saya download dengan speed begitu besar. 

Dari kasus diatas, bisa kita lihat bahwa pemakain seperti itu untuk satu host tentu akan boros sehingga jika ada host yang akan connect ke jaringan tidak kebagian bandwidth. Oleh karena itu kita akan setting simple queueu untuk membatasi limit bandwidth nya.



Baik, pada settingan simple queue ini sangat sederhana, kirta tinggal masukkan saja bilangan yang ingin kita masukkan sehingga limit akan teratur.
  • Name, adalah deskripsi nama queue yang ingin kita buat.
  • Target, adalah target host yang akan kita implementasikan simple queue nya. Bisa berupa interface, network atau IP address range.
  • Dst, adalah arah limit nya ke alamat mana. Jika kita biarkan kosong artinya pada setiap alamat di web browser akan kita limit.
  • Max Limit, adalah bandwidth maksimum yang didapatkan oleh host.
  • Burst Limit, adalah ketika rata-rata bandwidth yang didapatka dibawah treshold maka burst akan aktif.
  • Burst treshold, adalah atur diantara limit at dan max limit. Fungsinya adalah ketika rata-rata kecepatan bandwidth yang didapatkan dalam sekian waktu dibawah treshold maka burst limit akan aktif.
  • Burst Time, adalah kecepatan dalam mengambil sample untuk rata-rata.
Selanjutnya, kita setting limit at pada bagian advanced.


Buat limit at nya 1Mb saja. Sehingga bandwith yang akan kita dapatkan setidaknya 1mb untuk download maupun upload. Setelah settingan sudah selesai semua artinya simple queue sudah berhasil kita buat, dan hasilnya akan menjadi seperti ini.


Itulah tadi cara konfigurasi simple queue pada router mikrotik, mudah-mudahan bermanfaat.

#LuaskanIlmu


EmoticonEmoticon