Tuesday, November 29, 2016

Penalaran Deduktif Induktif, Negasi, Konjungsi, Disjungsi ( Eksklusif dan Inklusif)

   Manajemen Informatika Politeknik Negeri Lampung - Dalam logika informatika terdapat sebuah pernyataan yang menyatakan sebuah nilai kebenaran dan didalamnya juga memiliki aturan aturan tertentu seperti Penalaran Deduksi, induktif, negasi atau ingkaran, konjungsi, disjungsi (disjungsi eksklusif dan inklusif) berikut ini penjelasan lebih jauh mengenai aturan-aturan tersebut

1.      PENALARAN
A.    PENALARAN DEDUKSI

 Pengertian Penalaran Deduksi
Penalaran Deduksi adalah cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus, selain itu metode deduksi ialah cara penanganan terhadap sesuatu objek tertentu dengan jalan menarik kesimpulan mengenai hal-hal yang bersifat umum.

 Contoh Penalaran Deduksi
Semua makhluk hidup memerlukan sinar matahari     (Premis mayor)
Tumbuhan adalah makhluk hidup                               (Premis minor)
Tumbuhan  memerlukan sinar matahari                      (Kesimpulan)

B.     PENALARAN INDUKTIF

 Pengertian Penalaran Induksi
Penalaran Induksi merupakan cara berpikir di mana ditarik kesimpulan umum dari berbagai kasus yang bersifat individual, selain itu metode induksi ialah cara penanganan terhadap suatu objek tertentu dengan jalan menarik kesimpulan yang bersifat umum atau bersifat lebih umum berdasarkan atas pemahaman atau pengamatan terhadap sejumlah hal yang bersifat khusus.

 Contoh Penalaran Induksi
Sapi berkembang biak dengan cara melahirkan                                  ( Premis 1)
Kerbau berkembang biak dengan cara melahirkan                             ( Premis 2)
Kucing berkembang biak dengan cara melahirkan                             ( Premis 3)
Lumba-Lumba berkembang biak dengan cara melahirkan                 ( Premis 4)
Hewan mamalia berkembang biak dengan cara melahirkan               ( Kesimpulan)

2.      PERNYATAAN KALIMAT (B/S)

Pernyataan disebut juga kalimat deklaratif yaitu kalimat yang bersifat menerangkan. Disebut juga proposisi.Pernyataan/ Kalimat Deklaratif/ Proposisi adalah kalimat yang bernilai benar atau salah tetapi tidak keduanya.
Contoh :
1.         Jakarta adalah ibukota Indonesia        (Benar).
2.         Semua hewan mamalia melahirkan     (Benar).
3.         8 merupakan bilangan ganjil               (Salah).
4.         10 x 2 = 40                                          (Salah).
3.      NEGASI / INGKARAN

Pengertian Negasi
Negasi dari suatu pernyataan adalah ingkaran atau penyangkalan dari pernyataan tersebut. Secara sederhana, negasi dapat diartikan sebagai ingkaran atau penyangkalan. Negasi dari suatu pernyataan biasanya menggunakan kata “tidak benar” atau “bukan”untuk menyangkal pernyataan aslinya. Apabila suatu pernyataan disimbolkan dengan P, maka negasi dari pernyataan tersebut disimbolkan dengan ~P

 Tabel Kebenaran
P
~ P
B
S
S
B

 Contoh Negasi
Mita merupakan siswa tercantik di kelasnya ( P )
Mita merupakan siswa tercantik di kelasnya (~ P )


4.      KONJUNGSI

 Pengertian Konjungsi
Konjungsi adalah suatu kalimat majemuk yang menggunakan kata hubung "DAN" / "AND". Notasinya adalah "^". Dapat bernilai Benar jika kedua pernyataan bernilai Benar (B).

 Tabel Kebenaran
P
Q
P ^ Q
B
B
B
B
S
S
S
B
S
S
S
S

 Contoh Konjungsi
Andi adalah seorang mahasiswa. (B)                                                              (P)
Andi adalah seorang karyawan perusahaan swasta. (B)                                 (Q)
Andi adalah seorang mahasiswa dan karyawan perusahaan swasta. (B)        (P ^ Q)




5.      DISJUNGSI

 Pengertian Disjungsi
Disjungsi adalah suatu kalimat majemuk yang menggunakan kata hubung "ATAU" / "OR". Notasinya adalah "v". Dapat bernilai Salah jika kedua pernyataan Salah (S)

Tabel Kebenaran
P
Q
P v Q
B
B
B
B
S
B
S
B
B
S
S
S

Contoh Disjungsi
Air adalah benda cair. (B)                                                                   (P)
Es adalah air yang mendidih. (S)                                                        (Q)
Air adalah benda cair atau es adalah air yang mendidih. (B)             (P v Q)


6.      DISJUNGSI INKLUSIF

 Pengertian Disjungsi Inklusif
Disjungsi inklusif adalah jika p dan q merupakan dua buah per-nyataan maka "p q" bernilai BENAR (B) jika p dan q keduanya bernilai benar, atau salah satu bernilai salah, sebaliknya "p q" bernilai SALAH (S) jika keduanya bernilai salah.

 Tabel Kebenaran
P
Q
P v Q
B
B
B
B
S
B
S
B
B
S
S
S

ΓΌ Contoh Disjungsi Inklusif
Ani rajin belajar.                                              (P)
Ani anak yang pintar.                                      (Q)
Ani rajin belajar atau anak yang pintar.          ( P v Q )
Di sini mempunyai dua pengertian:
(1) Ani anak yang rajin belajar saja atau anak yang pintar saja tetapi tidak keduanya.
(2) Ani anak yang rajin belajar saja atau anak yang pintar saja tetapi mungkin juga keduanya.



7.      DISJUNGSI EKSLUSIF

 Pengertian Disjungsi Ekslusif
Disjungsi ekslusif adalah jika p dan q merupakan dua buah pernyataan maka "p q" bernilai BENAR (B) jika salah satu bernilai salah (S) atau salah satu bernilai (B), sebaliknya "p q" bernilai SALAH (S) jika keduanya bernilai benar (B) atau keduanya bernilai salah (S).

Tabel Kebenaran
P
Q
P v Q
B
B
S
B
S
B
S
B
B
S
S
S

 Contoh Disjungsi Ekslusif
Reina pergi ke Amerika.                                 (P)
Reina pergi ke Eropa.                                      (Q)
Reina pergi ke Amerika atau Eropa.               (P v Q)
Dalam contoh tersebut, Reina hanya pergi ke Amerika saja atau Eropa saja, dan tidak mungkin pergi ke Amerika sekaligus pergi ke Eropa.









EmoticonEmoticon