Friday, October 14, 2016

Ringkasan IPv4, Teknologi Media dan Service Internet



Jika membahas tentang Jaringan mermanglah sangat luas sekali dari sejarah terbentuknya hingga berbagai hal yang menyusun sebuah jaringan. Manajemen Informatika di Politeknik Negeri Lampung merupakan sebuah program studi yang salah satunya mempelajari Jaringan. Bicara soal jaringan tak mungkin jika tidak membahas ip address, karena ip address merupakan sebuah alamat jaringan yang terdiri dari nomor yang unik. Teknologi Media pun tidak ketinggalan berbagai teknologi media saat ini sangat banyak untuk menghubungkan ke sebuah jaringan seperti kabel maupun wireless. Berbagai service layanan dari internet pun banyak seperti DNS , DHCP , FTP, MAIL dan lain lain. Berikut ini penjelasan lebih lanjutnya.

1.      IPv4 (Internet Protocol version 4)
Pengalamatan merupakan fungsi dari lapisan jaringan protokol yang memungkinkan terjadinya komunikasi data anatar host. Pengalamatan IP (Internet Protocol) memiliki dua jenis versi yaitu IPv4 (Internet Protocol version 4) dan IPv6 (Internet Protocol version 6).  Berikut lebih jelasnya tentang pembahasan IPv4.

1.1  Notasi Biner
Dalam memahami pengoperasian perangkat pada jaringan, diperlukannya melihat alamat dan data perangkat lainnya dalam notasi biner. Notasi biner adalah adalah sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Contoh penulisan huruf B kapital memiliki notasi biner :
Dalam jaringan IPv4  alamat ini menggunakan string 32 bit (1 dan 0), kebanyakan orang sulit menafsirkan dan sulit untuk diingat. Oleh karena itu IPv4 menggunakan notasi biner dalam bentuk desimal. Setiap byte dikisarkan sebagai angka desimal 0-255.

      1.2 Notasi Posisional


Belajar mengkonversi biner ke desimal membutuhkan pemahaman tentang dasar matematika dari sistem penomoran yang disebut notasi posisional. Dalam sistem notasi posisional menggunakan basis nomor radix 10 dan dalam sistem biner menggunakan radix dari 2. Misal untuk angka desimal 192 nilai bahwa 1 mewakili 1 * 10 ^ 2 (1 kali 10 pangkat dari 2). 1 adalah apa yang biasa kita sebut sebagai "100" posisi. Notasi posisional mengacu pada posisi ini sebagai dasar ^ 2 posisi karena basis, atau radix, adalah 10 dan kekuasaan adalah 2. 9 mewakili 9 * 10 ^ 1 (9 kali 10 pangkat dari 1).



1.3  Sistem Notasi Biner
Dalam IPv4 ini menggunakan 32-bit bilangan biner. Pola notasi biner dalam Ipv4 yakni byte (8 bit) dari 32-bit pola biner, yang disebut oktet dengan titik. Hal ini disebut oktet karena setiap angka desimal mewakili satu byte atau 8 bit. Misal 192.168.10.10 Alamat biner: 11000000 10101000 00001010 00001010 . 

2.      SUBNETMASK IPv4
Subnetmask mengacu pada pada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar. Ketika sebuah host ip dikonfigurasikan subnetmask ditugaskan bersama alamat IP. Hampir sama dengan Ipv4, subnetmask diwakili dalam format desimal. misal 255.255.255.0

2.1  Prefix Jaringan
Penulisan subnetmask memiliki notasi garis miring "/" . Contohnya /24 subnetmasknya adalah 255.255.255.0. Jaringan tidak selalu ditugaskan dengan prefik /24 tergantung pada penggunaan jumlah host yang akan dipasang. Misal prefik /24 memiliki jumlah batasan host 254 dengan ip broadcast belakang .255 .
2.2  IPv4 Network,Host dan Broadcast
·         Network Address. Network address adalah alamat yang merujuk pada sebuah segmen jaringan. Subnetmask juga dapat digunakan untuk mengacu pada alamat jaringan.
·         Host Address. Host ID digunakan untuk menunjukkan suatu host dalam jaringan. Setiap antarmuka jaringan harus memiliki host ID.
·         Broadcast Address . Alamat broadcast adalah alamat khusus untuk setiap jaringan yang memungkinkan komunikasi ke semua host dalam jaringan itu. 

3.      IPv4 UNICAST, BROADCAST, DAN MULTICAST
3.1  Alamat untuk Perangkat Pengguna
Alamat IP ini dapat ditugaskan baik statis atau dinamis.
·        IP statis. IP yang dikonfigurasi manual tanpa dhcp.
·       IP dinamis. IP yang terkonfigurasi oleh DHCP yang bertugas memberikan ip otomatis pada pengguna.
Dalam jaringan IPv4, beberapa cara berkomunikasi:
·         Unicast - Proses pengiriman paket dari satu host ke host individu
·         Broadcast - Proses pengiriman paket dari satu host ke semua host dalam jaringan
·     Multicast - Proses pengiriman paket dari satu host ke grup yang dipilih dari host, mungkin dalam jaringan yang berbeda
3.2  Unicast Traffic
Komunikasi unicast digunakan untuk normal komunikasi host-to-host di kedua klien / server dan jaringan peer-to-peer.


3.3  Broadcast Transmission
Lalu lintas siaran digunakan untuk mengirim paket ke semua host dalam jaringan menggunakan alamat broadcast untuk jaringan. 

3.4  Multicast Transmision
Transmisi multicast dirancang untuk menghemat bandwidth jaringan IPv4. Ini mengurangi lalu lintas dengan memungkinkan host untuk mengirim satu paket untuk satu set yang dipilih dari host yang merupakan bagian dari kelompok multicast berlangganan. Contoh Multicast transmisi seperti Video dan audio siaran.
3.5  Jenis Alamat IPv4
Alamat IPv4 memiliki dua jenis yakni Alamat Privat (Private Addresses) dan Alamat Publik (Public Addresses).
·   Private Addresses . Host yang tidak membutuhkan akses ke Internet dapat menggunakan alamat pribadi. Namun dalam jaringan pribadi, host masih memerlukan alamat IP yang unik dalam ruang pribadi.
·       Public Addresses.Alamat ini dirancang untuk digunakan dalam host yang umum diakses dari Internet.

4.      TEKNOLOGI MEDIA
4.1  Cable
Jaringan menggunakan media tembaga karena murah, mudah untuk menginstal, dan memiliki ketahanan rendah untuk arus listrik. Namun, media tembaga dibatasi oleh jarak dan gangguan sinyal.
Ada tiga jenis utama media kabel yang digunakan dalam jaringan:
·         Unshielded Twisted-Pair (UTP)
·         Shielded Twisted-Pair (STP)
·         Coaxial


ü  Unshielded Twisted-Pair (UTP)  

    Unshielded twisted-pair (UTP) kabel adalah media jejaring yang paling umum dipakai


ü  Shielded twisted-pair  (STP)
Shielded twisted-pair  (STP) memberikan perlindungan lebih baik dari kabel UTP. Namun, dibandingkan dengan kabel UTP, kabel STP secara signifikan lebih mahal dan sulit untuk menginstal.
ü  Coaxial cable
Sebuah konduktor tembaga yang digunakan untuk mengirimkan sinyal elektronik.. Konduktor tembaga dikelilingi oleh lapisan isolasi plastik fleksibel.Bahan isolasi dikelilingi dalam jalinan anyaman tembaga, atau logam foil, yang bertindak sebagai kawat kedua di sirkuit dan sebagai perisai untuk konduktor dalam.


4.2  Wireless
Merupakan media nirkabel membawa sinyal elektromagnetik yang mewakili digit biner komunikasi data menggunakan radio atau microwave frekuensi. Nirkabel tidak terbatas oleh konduktor atau jalur seperti kabel atau lainnya.
ü  Tipe Media Wirreless
Tiga standar komunikasi data umum yang berlaku untuk media wireless adalah:
·        Standar IEEE 802.11: Wireless LAN (WLAN) teknologi, sering disebut sebagai Wi-Fi.
·     Standar IEEE 802.15: Wireless Personal Area Network (WPAN) standar, umumnya dikenal sebagai "Bluetooth.
·    Standar IEEE 802.16: Umumnya dikenal sebagai Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX).

5.      SERVICE INTERNET
Beberapa servis internet yang dapat diberikan memang sangat banyak seperti : DNS Server, Web Server, DHCP Server, Mail Server, FTP Server, dan SSH Server.
5.1  DNS ( Domain Name System )
Sebuah sistem yang menyimpan semua informasi data dari domain ataupun hostname dalam sebuah jaringan. Tanpa adanya, maka domain tidak bisa mentranslate atau menerjemahkan domain ke alamat 
5.2WEB Server
Web Server adalah suatu server yang memberikan layanan kepada klien yang meminta informasi berkaitan dengan webUntuk berkomunikasi dengan clientnya web browser mempunyai protokol sendiri, yaitu HTTP (hypertext taransfer protocol).  Ketika klien menggunakan web browser, mengirimkan permintaan ke web server, HTTP menentukan jenis pesan yang digunakan untuk komunikasi itu. Ketiga jenis pesan umum adalah GET, POST, dan PUT.

5.3   DHCP Server
Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) layanan yang memungkinkan perangkat pada jaringan untuk mendapatkan alamat IP dan informasi lainnya dari server DHCP.

5.4  FTP Server
File Transfer Protocol (FTP) adalah protokol lapisan aplikasi yang umum digunakan untuk memungkinkan transfer data antara klien dan server. Untuk berhasil mentransfer data, FTP membutuhkan dua koneksi antara klien dan server, satu untuk perintah dan balasan.

5.5   Mail Server
Server yang memungkinkan pengguna (user) untuk dapat mengirim dan menerima surat elektronik atau e-mail satu sama lain dalam satu jaringan atau dengan internet. Email mendukung tiga protokol terpisah untuk operasi: Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Post Office Protocol (POP), dan Internet Message Access Protocol (IMAP).



5.6  SSH Server
Secure Shell (SSH) adalah protokol yang menyediakan koneksi berbasis command-line aman (terenkripsi)  untuk perangkat remote SSH . Karena fitur enkripsi yang kuat, SSH harus mengganti Telnet untuk koneksi manajemen. SSH menggunakan TCP port 22 secara default. Telnet menggunakan TCP port 23.


EmoticonEmoticon